MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN di TK ISLAM DINIYYAH Al-AZHAR JAMBI
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan yang dihadapi oleh peserta didik dalam mengembangkan kreativitas melalui kegiatan bermain balok di Taman Kanak-Kanak Islam Diniyyah Al-Azhar Jambi. Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena memungkinkan anak untuk mengekspresikan ide, mengeksplorasi imajinasi, memecahkan masalah sederhana, dan menghasilkan berbagai bentuk karya kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai pelaksanaan kegiatan bermain balok dan kontribusinya terhadap perkembangan kreativitas anak. Penelitian ini juga membahas manfaat teoretis dan praktis yang dapat diperoleh dari hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan untuk mengidentifikasi aktivitas, respons, kreativitas, imajinasi, serta kemampuan anak dalam menyusun berbagai bentuk menggunakan balok. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan foto dan informasi pendukung yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain balok dapat mendukung perkembangan kreativitas anak secara efektif. Melalui kegiatan bermain balok, anak didorong untuk menggunakan imajinasi, menghasilkan ide-ide baru, bereksperimen dengan berbagai bentuk, serta mengekspresikan diri dengan percaya diri. Meskipun beberapa anak mengalami kesulitan dalam menentukan ide, menyusun balok, dan mengembangkan hasil kreasinya, bimbingan serta motivasi yang tepat dari guru dapat membantu mengatasi hambatan tersebut. Oleh karena itu, bermain balok dapat menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang efektif untuk menstimulasi kreativitas anak usia dini.
References
Agustin, D., & Hakim, A. (2023). Kontribusi teknik permainan balok model pengembangan kreativitas permainan konstruktif dalam perkembangan berpikir kreatif. Jurnal Riset Pendidikan Guru PAUD, 3(2).
Al-qur’an dan terjemahannya Departemen Agama RI (2005), di penegoro bandung (Buku pengembangan kreativitas AUD) teori dan praktek Cambell. D. 2013 mengembangkan kreativitas, Yogyakarta, kanibius.
Astriya, B. R. I., & Kuntoro, S. A. (2015). Pengembangan kreativitas dan minat belajar anak usia 3–4 tahun melalui permainan konstruktif. JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(2). https://doi.org/10.21831/jppm.v2i2.6329
Dahniar, D., & Muryanti, E. (2026). Meningkatkan kreativitas anak melalui permainan balok di PAUD Islam Hawari Tanjung Ganti I. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(3).
Dedi Supriadi. (2005) Kreativitas, kebudayaan dan perkembangan Iptek, Bandung : Alpabet
Departemen Pendidikan Nasional (2003), alat permainan edukatif untuk kelompok bermain
Dini, Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini.
Hurlock, E.B. Fruchter, (2010) Psikologi Perkembangan (suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan), edisi kelima. Penerbit Erlangga : Jakarta
Kao, C. P., Lin, K. Y., & Williams, P. J. (2026). The influence of STEAM-based block play on creative imagination and performance in preschool children: A latent growth curve model. International Journal of Technology and Design Education, 36(2), 465–482. https://doi.org/10.1007/s10798-025-10014-1
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Latif Mukhtar, dkk. 2013, Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta : Kencana Prenada Media Group
Montulalu, B.E.F, dkk, (2005) Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka
Mulyani Novi 2016, Super Asyik Permainan Tradisional Anak Indonesia. Yogyakrta : Diva Press (Anggota Ikapi)
Munandar Utami (2009:45), Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta : PT. Gramedia
National Association for the Education of Young Children. (2020). Developmentally appropriate practice: A position statement of the National Association for the Education of Young Children. NAEYC.
Oemar Hamalik 2008, Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara
Priyadharma, Triguna, Kreativitas dan strategi Golden TrayonPres : Jakarta Permenkemendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Rachmawati dkk 2010, strategi perkembangan kreativitas pada anak (usia taman kanak-kanak) Jakarta : Kencana Prenada Media Group
S. C Utami Munandar (2015), mengembangkan bakat dan kreativitas anak sekolah – petunjuk bagi guru dan orang tua, Jakarta : Gramidia Wadiaserana
Slamet Suryanto (2005), Dasar-dasar PAUD, Yogyakarta : Hikayat
Sternberg, R. J. (2012). The nature of creativity: Contemporary psychological perspectives. Cambridge University Press.
Sugiyono 2018. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung Alfabeta
Sujiono, Yuliani Nurani (2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : PT Indeks
Sumber : Alat Permainan Edukatif Untuk Kelompok Bermain, Diknas, 2003
Susanti, F., & Nurhafizah. (2026). Upaya meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui media bermain balok di Taman Kanak-Kanak Baitul Ilmi Padang Serai Bengkulu. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3).
Zosh, J. M., Hopkins, E. J., Jensen, H., Liu, C., Neale, D., Hirsh-Pasek, K., Solis, S. L., & Whitebread, D. (2018). Accessing the inaccessible: Redefining play as a spectrum. Frontiers in Psychology, 9, Article 1124. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.01124

This work is licensed under a